Posts

Sirkuit

Image
Karena sebuah kebenaran dan fakta berawal dari pertanyaan maka akan kuawali artikel ini dengan pertanyaan. Apakah bumi adalah manifestasi landasan pacu? Apakah bumi adalah refleksi terbaik dari running track? Dan semesta pada akhirnya berkenan menyingkap tabirnya sedikit demi sedikit untuk menampakkan segala akar buah kehancuran dari subjek dimana  masa tetap tidak pernah bernaung dan tak mau tinggal diam. Dan berakhirlah manusia dengan banyak keharusan yang harus menjadi harus. Begitu banyak pula tindihan pundak. Maka ku ubah pertanyaannya apakah cukup? Katanya manusia akan menjadi cukup saat merasa cukup. Apakah semesta akan berlaku sama? Tentu subjek selalu jadi tersangkanya. 
Dalam sebuah siklus dan perputaran subjek selalu berada dalam antara. Senantiasa menyelami fase dan proses. Untuk lahir hidup dan mati. Bisakah kita sepakati kalau pertengahan adalah yang terberat? Aku anggap jawabannya "ya". Dan kita manusia selalu menjadi serangkaian su…

Humblebrag: Sombong yang Elok

Image
"Merendah untuk Meroket" istilah yang beberapa tahun belakangan sering dipakai youth buat nyindir orang yang kemuadian mereka dijuluki "humblebragger". Humblebrag sendiri aku artikan sebagai salah  satu usaha manusia buat dapet pengakuan dari orang lain dan lingkungannya namun ga ingin ketahuan siasat sombongya. Bisa juga kita maknai sebagai sesumbar yang santun. Betapa sering kalimat- kalimat sesumbar anggun ini meluncur terlebih di sosmed.
Humblebrag (The art of false modesty) dilakukan dengan memberikan pernyataan yang bertentangan atau memperjelek pernyataan dengan maksud menimbulkan kesan yang sebaliknya alias promosi diri dengan memakai kalimat kalimat ketidakmampuan. Menurut Merriam Webster, Humblebragg adalah "to make a seemingly modest, self critical, or casual statement or reference that is meant to draw attention to one's admirable or impressive qualities or achievements (membuat pernyataan atau referensi yang tampaknya sederhana, kritis terhadap…

Beranjak Lupa

Image
Beberapa menit yang lalu saya melihat salah satu postingan di salah satu akun Instagram. Tentang seorang kakek penjual onde-onde yang ingin bunuh diri karena tidak diperdulikan anaknya. Sambil menangis ia berkata akan menabrakan dirinya saja ke mobil yang melintas. Bayangkan saja betapa hancurnya perasaan si kakek ini. Dan ini bukan pertama kalinya saya menjumpai postingan berbau kemaling kundangan seperti ini. Rasanya jadi kian menakutkan saja membayangkan diri kan jadi dewasa. Beberapa pertanyaan pop up di kepala "apakah menjadi dewasa berarti kita makin lupa menjadi manusia?" "apakah usia harus menjadi sesuatu yang ditakuti yang patut diwaspadai?" dan yang terakhir yang paling menakutkan adalah " apakah aku akan jadi bagian dari mereka? apakah aku bakalan lupa bagaimana caranya menjadi manusia?". Betapa banyak aktivis yang dulunya di masa ke mahasiswaannya menggembor gemborkan anti korupsi, bantai korupsi, cincang para koruptor, malah menjadi pelaku ko…

Jengahnya Harus Selalu Cari Aman

Image
Dengan triliunan manusia penghuni Bumi yang ga semuanya baik kadang bikin aku jadi ngerasa extremely sucks. Kenyataan bahwa kita ga bisa selalu ngebenerin atau ngelurusin situasi, watak dan isi kepala orang sometimes bisa bikin aku ngerasa sebegitu gobloknya karena harus bereaksi sedemikian rupa. Banyak banget kejadian yang nuntut kita buat tutup mata saat jelas jelas di depan ada hal ga bener terjadi. 
Contoh simple nya some of us mungkin tau ada saudara, tetangga bahkan bapak/ ibu sendiri yang korupsi dana ataupun hak yang bukan miliknya. Tapi apa? Kita cuman diem mengamati dan berusaha ngebutain mata sendiri. Alasannya? Cari Aman. Cari damai. Biar ga dikatain anak kemaren sore yang belagu. Biar ga dikira sok alim. Biar ga dikira ga punya aturan nasehatin orang tua segala. Dan alasan alasan bodoh lainnya. Terlebih buat tipe orang seperti saya yang nit-pickky dijamin kepala kelewat sering cekot cekot sendiri. Jelas jelas di mata salah, ga masuk diakal, dan ga juga masuk di perasaan, t…

Pesimisme Optimis

Image
Segala sesuatu yang instant terlihat sangat menggiurkan. Karena kecepatannya.. Karena kepraktisannya dan mungkin juga karena usaha yang perlu dilakukan berkurang. Manusia memanglah di ciptakan seperti itu.. menghindari kesakitan, lelah, dan hal-hal berbahaya yang mana  merupakan bagian dari self defense mechanism (mekanisme pertahanan diri) jika tidak tentu manusia sudah lama telah punah.
Lalu bagaimana dengan pecinta kegiatan penantang maut pemacu adrenalin? Benar.. mereka lain. Mereka hebat dalam menantang dirinya. Merekalah manusia yang berkembang tanpa henti. Mereka lah manusia pemanis hasil. Segalanya jadi lebih manis Karena efforts yang diberi. Puncak jadi manis Karena keringat Asin berkucuran di awal. Manusia ini lah pencumbu proses. Para penikmat waktu. Sayang tidak semua insan seperti itu. Aku pun termasuk di dalamnya. Meski berkenaan untuk berproses tetap saja jiwa lemah ini tremor. Seakan akan semangat dan api di jiwa adalah krupuk yang lambat lain kehilangan kerenyahannya.
K…

Tuhan Tak Pernah Salah Waktu

Image
Begitu banyak teriakan ketidakadilan diiringi kekesalan dalam jiwa. Entah karena kekecewaan entah karena kesombongan atau mungkin karena tidak tahu diri. Berapa banyak hal yang terjadi sesuai dengan rencana kita dan berapa yang tidak. Kelapangan dada selalu jadi syaratnya. Beberapa banyak dari kita yang menyalahkan orang lain? menyalahkan diri? bahkan menyalahkan Tuhan. Tuhan tidak adil. Tuhan tidak suka liat saya senang. Tuhan katanya Maha Pendengar tapi doa saya tidak dikabul kabul kan tuh. Kalimat kalimat penyangsian muncul begitu saja bahkan beberapa dari kita berputus asa, marah dan meninggalkan agama yang dianut hingga tidak mempercayai adanya Tuhan lagi. "Kehilangan kesabaran adalah kekalahan dalam pertarungan." (Mahatma Gandhi) Some of us mungkin ngerasa paling susah paling mengenaskan paling memprihatinkan. Terlebih saat kegagalan menyapa. Kita udah usaha keras banting tulang banting otak kerja rodi tapi hasilnya ga sepadan ga sesuai ekspektasi. Sementar…

Can I be happy?

Image
"Happiness" tidak Ada seorangpun yang tidak ingin bahagia tentunya. it's like the core of the core of the core dari semua Kita lakukan. Kita rela siang malam Mata melek berjam jam.. banting otak banting otot for sake of happiness. But pertanyaanya.. what if bahkan setelah Kita sejauh ini selama itu survive struggle strive "happiness" bukannya nongol malah semakin ngilang? Kala berusia 5 tahun kerap sekali kuamati senyum dan tawa semua orang mulai dari orang yang ku kenal, yang ku sayangi hingga strangers random guy. Di usia 5 tahun ku Kira semua senyuman dan tawa adalah kebahagiaan.

Tidak lagi sekarang. Ternyata kalian bisa tersenyum saat iri. Kalian bisa juga tersenyum saat hancur. Ternyata senyum hanyalah guratan tarikan saraf untuk lebih banyak Lagi topeng dan kepalsuan. Rasanya rindu sekali pada saat saat dimana hidup terasa ringan bak kapas. Gelak disana sini. Ketulusan hati terefleksikan di Mata. Bukan seperti sekarang ini. Mata tidak Lagi menjadi cermin. …

IKIGAI: Negeri Orang Berumur Panjang (Lands of Immortal)

Image