Posts

Maling Kundang Kalah Kondang

Image
Hufttt entah bagaimana atau mungkin tidak ada yang bisa menggambarkan mama.. hal terbaik yang diciptakan buat aku anak yang jahil bin dablek ini. mama bukan orang yang bertutur kata manis selembut atau sehalus beledru sebaliknya nada tinggi suara lantang menggelegar bagai petir lah ciri khas nya. Namun apa gunanya buaian neraka jika suara menggelegar itulah surga.  Pernah ku suatu ketika ku bertanya apa mama tak sayang aku? Pernyaan paling bodoh. Tak peduli berapa kali nilai 100 kuraih tetap saja aku sebodoh itu..  jawaban singkat yang mama berikan kala itu “Bodoh.. jika mama tak sayang kamu, kamu tidak akan disini sekarang sudah mati.” Singkat padat dan jelas itulah style mama. Ia wanita paling tangguh, paling tatag, paling tulus, hatinya lembut walau tuturnya tidak, paling dermawan.  Bagiku masa lalu adalah penyesalan yang tak berujung.. ia terjebak oleh penjara waktu. Tapi mengapa ingatan itu masih terasa seperti kemarin. Seperti menginjak atau ...

Stunting Genting Indonesia Kepayahan

Image
  Source : https://stefvanbuuren.name/dbook1/sec-stunting.html             Masalah kekurangan gizi di Indonesia telah memasuki angka genting gawat darurat. Kasus kian kasus bermunculan seiring dengan bertambahnya angka kematian bayi, balita hingga dewasa. Sebesar 10,2% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan kurang dari 2500g . Sebanyak 19,2% balita tidak memiliki berat badan yang sesuai dengan kriteria normal sedangkan ada 32,2%   memiliki tinggi badan yang tidak wajar. hal ini sudah dapat menjadi bukti betapa rendahnya kualitas gizi di Indonesia.  Padahal seperti yang kita tahu anak – anak adalah wadah harapan bangsa, anak – anak memegang peran utama atas masa depan bangsa. Rusaknya generasi muda berarti rusaknya Indonesia. Baiknya pemerintah telah sadar akan hal itu. Berbagai program telah digalakkan pemerintah namun sangat disayangkan hal ini belum juga efektif entah karena pendistribusin yang kurang merata,...

Eitss Mati-matian hidup or Hidup Mati-matian

Image
  Photo by Daniel van den Berg on Unsplash Realize it or not kebanyakan dari kita menjalani hidup sebagaimana pattern yang ada. Kita lahir. Tumbuh. Belajar. Growing old. Being Mature. it's like the world has already formed our life. Setelah SMA Kuliah. Abis kuliah Kerja. Menikah. Setelah menikah punya anak dst. That same circle. then the questions rise up.. what makes one's life different from others? Mengapa seseorang bisa bahagia dengan tahu tempe mengapa yang lainnya baru bisa bahagia setelah memakan makanan prestigious? Sering banget kepikiran why kebahagiaan kita ber- guarantee, why is it conditional? Kita ga bisa bahagia “ if we don’t have luxurious car, big house misalnya and other stuff”. Kita ga bisa bahagia kalau ga dapet gaji berapa digit. Dapet suami tajir, ganteng, sholeh of course. Too often kita menempatkan suatu standart yang actually ga perlu, yang akhirnya malah jadi boomerang buat diri sendiri (layaknya pisau bermata dua). Standard itu ngebiki...